Satgas PPKPT dan PPG UPGRIS Bekali Mahasiswa Calon Guru lewat Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan dalam rangka Kampanye Anti Bullying

SEMARANG – Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menyelenggarakan kegiatan psikoedukasi pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini menyasar para mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 UPGRIS.

Mengusung tajuk “Bertumbuh dalam Anugrah: Mewujudkan Generasi UPGRIS yang Adaptif, Antusias, dan Berintegritas Melalui Peningkatan Kesadaran Pencegahan Kekerasan di Perguruan Tinggi”, acara ini bertujuan untuk membekali para calon pendidik dengan pemahaman mendalam mengenai regulasi serta langkah-langkah preventif terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan akademik.

Dalam sesi pemaparan materi yang berlangsung interaktif di ruang perkuliahan, narasumber menekankan bahwa prinsip penyelenggaraan pendidikan harus dilaksanakan secara demokratis, berkeadilan, serta tidak diskriminatif (inklusif). Selain itu, penyelenggaraan pendidikan wajib menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.

Melalui layar presentasi, dipaparkan pula pentingnya peran perguruan tinggi dalam menciptakan kepastian hukum melalui pembentukan aturan yang tegas dan kewajiban edukasi bagi seluruh sivitas akademika. Hal ini dinilai sangat krusial mengingat para mahasiswa PPG merupakan calon guru masa depan yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik di sekolah.

Para mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 tampak sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, terlihat dari fokus dan keceriaan para peserta saat menyimak materi serta berdiskusi menggunakan perangkat laptop masing-masing.

Melalui kolaborasi antara Satgas PPKPT dan PPG UPGRIS ini, diharapkan para mahasiswa calon guru tidak hanya unggul dalam kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, karakter yang adaptif, serta integritas tinggi dalam mencegah dan menangani tindak kekerasan di dunia pendidikan.